Catania Mengejutkan Inter Setelah Malapetaka Muntari

Roma (ANTARA/Reuters) – Inter Milan menyia-nyiakan peluang memimpin pertandingan ketika akhirnya kalah 1-3 atas tim kecil Catania, Jumat, sehingga pintu perebutan gelar Liga Italia (Seri A) terbuka lebar.

Tim puncak klasemen itu, yang berkunjung ke Chelsea pada laga terakhir 16 besar Liga Champions, Selasa, dengan keunggulan 2-1, akan terancam kedudukannya bila tim urutan kedua AC Milan mengalahkan tamu mereka Chievo, Minggu.

Pemain pengganti Inter, Sulley Muntari dari Ghana, baru satu menit di lapangan ketika ia mengakui berbuat salah. Ia menyentuh bola tendangan bebas dari Giuseppe Mascara sehingga terjadi tendangan penalti. Ia malah dikeluarkan dari lapangan karena menerima kartu kuning kedua.

Mascara menambah angka timnya sembilan menit menjelang laga usai sehingga tuan rumah unggul 2-1 dan Jorge Martinez menyempurnakan angka timnya menjadi 3-1 pada menit ke-90.

“Inter merupakan tim tertangguh dalam kejuaraan ini tetapi malam ini mereka menurun. Bila kami melakukan tekanan akurat tim mana pun dapat kami kalahkan,” kata pemain depan dari Uruguay, Martinez, kepada Sky TV.

Inter, yang menang hanya sekali dalam enam laga tetapi tetap kelihatannya akan mempertahankan “scudetto” kelima kalinya berurutan, memimpin pada awal babak kedua melalui Diego Milito tetapi rekannya dari Argentina, pemain depan Maxi Lopez, menyamakan kedudukan pada menit ke-74.

Pembalasan manis.

“Kami menguasai permainan sampai kami memimpin, tetapi kemudian kami lengah dan kurang perhatian sehingga akhirnya terbayar dengan kemenangan lawan,” kata Direktur Teknik Inter Marco Branca.

“Kami tahu Catania menikmati momen kemenangan mereka. Kami tidak memikirkan Chelsea, karena itu merupakan pertandingan lain,” katanya.

Kemenangan itu merupakan balas dendam manis bagi pelatih Catania, yang susah diajak bicara, Sinisa Mihajlovic, tetapi mantan asisten pelatih Inter itu berkali-kali berseteru mulut dengan bos Inter Jose Mourinho, dalam dua musim terakhir ini.

Mourinho menjalani hukuman dari tiga kali tidak boleh berada di tepi lapangan namun ia melalui gerakannya tetap memberikan arahan kepada para pemainnya.

Ia menurunkan pemain sayap Ricardo Quaresma, yang amat merepotkan pemain bertahan tuan rumah dan Milito dengan cepat membuat keadaan berubah dan mengesankan bagi Wesley Sneijder dan Samuel Eto`o yang membangun serangan dalam mencetak gol ke-16 musim ini.

Ketika pemain itu kelihatannya akan mencetak gol lainnya untuk Inter, tim urutan keenam dari bawah Catania bangkit kembali untuk memenangi permainan mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: