_AKUNTANSI SYARIAH_

Dalam perekonomian
Syariah seharusnya
tercakup pula sistem
akuntansinya. Artikel
ini – yang disarikan
dari suatu telaah ilmiah, berusaha
mengantarkan kepada pemahanan
tentang bagaimana teori dan konsepkonsep
akuntansi Syariah bisa
diperoleh.
Bagaimana teori akuntansi Islam bisa
dikembangkan? Dari pelajaran tentang
konstruksi teori-teori akuntansi konvesional
ada sejumlah approach yang bisa ditempuh,
seperti yang dikategorikan oleh Belkaoui
(1992). Belkaoui memilah-milah cara
pendekatannya dengan mengkategorikannya
menjadi “tradisional,” “regulatory” dan yang
“lain-lainnya.”
Kategori terakhir ini termasuk cara-cara
pendekatan peristiwa (event), perilaku
(behavioral), sistem informasi manusia dan
prediktif-positif, meski di sana-sini ada
ketidakjelasan pokok pikiran akibat tumpang
tindihnya kategori-kategori tersebut.
Namun pula ada pendekatan induktif-empiris
yang diperkenalkan Whittington (1986) yang
merupakan upaya untuk mengembangkan
suatu teori akuntansi berdasarkan generalisasi
fenomena empiris. Pendekatan ini pula yang
ditempuh oleh badan-badan akuntansi
profesional di Amerika dan Inggris, seperti
AICPA dan CCAB, di mana ada berbagai
standar yang ditetapkan guna bisa mengatur
praktek-praktek akuntansi.
Dalam kurun dua dekade terakhir, teori
induktif-empiris telah masuk ke dalam
teori akunting positif (PAT), di mana para
penganjurnya, Watts & Zimmerman (1986),
berargumentasi bahwa teori akuntansi
haruslah positif. Itu untuk menjelaskan apa,
dan membantu memprediksi, peristiwaperistiwa
masa mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: