_Saat Pria Jatuh Cinta_


Emosi

Terlalu sering kita membagi gender pada jurang yang curam bahwa wanita adalah makhluk emosional, dan pria adalah makhluk tidak peka dan sensitif. Wanita lebih menyadari emosinya saat Anda melempar cinta. Pria sering kali tidak menyadarinya hingga emosi itu menggiringnya bertindak aneh. Seorang pria jatuh cinta yang bersiul lagu cinta, misalnya, maka ia tengah tenggelam dalam keraguan diri, mempertimbangkan gelombang emosi dalam diri.

Ketakutan

Pria sering dituduh sebagai pihak yang fobia terhadap komitmen, dan dalam beberapa kasus, tuduhan tersebut cukup beralasan. Tetapi, rasa takut yang dialami seorang pria dalam cinta tidak selalu akibat memikirkan komitmen.

Bahkan, sering kali justru sebaliknya. Ia sedang mempertimbangkan, apakah dirinya benar-benar layak untuk wanita yang dicintainya, mampu memenuhi keinginannya, hidup sesuai harapannya, membuatnya bahagia, dan sebagainya. Hal tersebut menyebabkannya bertindak defensif hingga Anda menilainya takut berkomitmen.

Berubah

Memasuki hubungan serius berarti menyetujui sejumlah perubahan. Fokus bergeser dari bersenang-senang dengan teman-teman menjadi menghabiskan waktu bersama pasangan. Padahal sebagian pria mungkin membenci kebutuhan komunikasinya meningkat, meski sebenarnya ingin punya banyak waktu dengan orang yang dia cintai.

Bagi pria jatuh cinta, perubahan bisa jadi tidak penting dan mudah baginya melangkah ke dalamnya. Sementara pria lainnya menyatakan tidak perlu dan menyebabkannya bertanya-tanya, mengapa ia harus berubah pada kebiasaan tertentu.

Aksi

Pria cenderung menjadi pemecah masalah, aksinya berorientasi pada orang-orang yang mampu menerjemahkan pikiran dan kata-kata ke dalam gerakan nyata. Jika seorang pria jatuh cinta tampak berlebihan dalam memberi hadiah, bercakap-cakap, ataupun menulis surat, itu hanya karena dia sedang mencari cara untuk menerjemahkan emosinya.

Nyatanya, tidak semua perasaan mudah diterjemahkan secara langsung ke dalam tindakan. Seorang pria jatuh cinta mencari cara untuk melakukan apa yang dia rasakan bukan sekadar mengekspresikan emosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: