_hutang jangka panjang_

Hutang Jangka Pendek (Hutang lancar) adalah:

Hutang yang pelunasannya dengn menggunakan sumber–sumber aktiva lancar
atau dengan menciptakan hutang lancar baru.

Penyelesaian satu hutang jangka pendek (hutang lancar) biasanya
memerlukan pemakaian harta lancar. Perbandingan antara harta lancar
terhadap hutang jangka pendek (hutang lancar) dikenal sebagai “rasio
lancar” atau “current ratio“. Rasio ini merupakan suatu ukuran yang berguna
bagi para pengusaha untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi
hutang-hutang jangka pendek. Perusahaan yang memiliki hutang lancar lebih
besar dari harta lancar berada dalam posisi yang mengkhawatirkan karena
terdapat kemungkinan bahwa utang tersebut tidak akan dapat dilunasi.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan hutang lancar adalah:

Pengertian tersebut menunjukkan bahwa kewajiban atau hutang
memiliki karakteristik sebagai berikut:
? Ada peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa sebelumnya, yang dapat
menimbulkan adanya utang saat sekarang.
? Kewajiban yang ditanggung berupa kewajiban untuk menyerahkan uang,
barang atau jasa.
? Nilai kewajiban dinyatakan dalam bentuk kesatuan uang.
? Kewajiban ditentukan oleh kedua pihak (yang berutang dan yang
berpiutang).
Jenis-Jenis Hutang Jangka Pendek
Hutang Dagang
Hutang dagang atau account payable adalah jumlah uang yang masih harus
dibayarkan kepada pemasok, karena perusahaan melakukan pembelian
barang atau jasa. Salah satu contoh hutang dagang adalah pembelian barang
dagangan atau peralatan kantor secara kredit. Hutang ini tidak memerlukan
surat atau perjanjian tertulis sehingga pelaksanaannya didasarkan atas rasa
saling percaya.

Contoh Kasus:
Perusahaan ABC membeli barang dagangan dengan harga Rp.
500.000,00 dengan syarat 2/10, n/30. Pencatatan transaksi di atas, bila
didasarkan atas nilai bruto dengan menggunakan metode fisik adalah
seperti berikut:

Tanggal Keterangan Debet
Pembelian
Hutang Usaha
(pembelian barang
dagangan secara
kredit, syarat 2/10,
n/30)
Rp. 500.000,00

Rp. 500.000,00

Bila pelunasan dilakukan dalam jangka 10 hari atau kurang, jurnal untuk
mencatat transaksi pelunasan sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Debet
Hutang Usaha
Kas
Pot. Pembelian
(pelunasan hutang
dalam masa potongan Rp. 500.000,00
Rp.490.000,00
Rp.10.000,00

Hutang wesel atau Promes
Hutang wesel atau promes adalah kewajiban yang dibuktikan dengan
janji tertulis tanpa syarat untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal
yang telah ditentukan di kemudian hari. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa
hutang ini bersifat lebih formal dibandingkan dengan hutang dagang biasa.
Apabila wesel dibuat dengan jangka waktu kurang dari satu tahun maka wesel
tersebut digolongkan sebagai hutang lancar. Proses timbulnya hutang wesel
sama seperti hutang dagang, yaitu dari kegiatan pembelian barang atau jasa
secara kredit. Dapat juga terjadi pada awalnya merupakan hutang dagang biasa
kemudian dengan tujuan untuk lebih memberikan kepastian bagi kreditur maka
hutang dagang tersebut berubah menjadi hutang wesel.

Contoh:
Pada tanggal 2 Juni 2002, perusahaan ABC membeli barang dagangan
dengan harga Rp. 500.000,00; pembayarannya dilakukan 3 (tiga) bulan
kemudian. Perusahaan ABC memberikan surat kesanggupan membayar dalam
bentuk promes (wesel), dengan memberikan bunga 12% per tahun. Jatuh
tempo wesel tanggal 31 Agustus 2002.
Transaksi di atas oleh perusahaan ABC dicatat pada tanggal 2 Juni 2002,
dengan jurnal sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Debet Kredit
Juni 02 Pembelian
Hutang Wesel
(pembelian barang
dagangan secara
kredit dengan
memberikan wesel) Rp. 500.000,00
Rp. 500.000,00

Pada saat jatuh tempo 31 Agustus 2002, misalkan perusahaan A melunasi
hutangnya akan dijurnal sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Debet Kredit
Agt 31 Promes (Wesel
bayar)
Beban bunga *
Kas
(pelunasan wesel) Rp. 500.000,00

Rp. 15.000,00

Rp. 515.000,00
3 x 12 x 500.000,00
* perhitungan = ————————— = Rp. 15.000,00
12 x 100
Apabila transaksi pembelian barang dagangan terjadi pada tanggal 1
Nopember 2002, maka diperlukan ayat jurnal untuk mencatat beban bunga
dan bunga yang masih harus dibayar atau hutang bunga sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Debet Kredit
Des 31 Beban bunga *
Hutang bunga
(mencatat bunga
yang masih harus
dibayar) Rp. 10.000,00
Rp. 10.000,00
2 x 12 x 500.000,00
* perhitungan = ————————— = Rp. 10.000,00
12 x 100
Sehingga pada saat pelunasan tanggal 31 Januari 2003, perusahaan akan
menjurnal sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Debet Kredit
Promes (Wesel
bayar)
Beban bunga
Hutang bunga
Kas
(pelunasan wesel) Rp.500.000,00

Rp.5.000,00
Rp.10.000,00

Rp.515.000,00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: